| Software Bajakan Rentan Serangan |
|
|
| Written by rahmat | |
| Tuesday, 17 July 2007 | |
|
Jakarta, Perusahaan yang menggunakan software bajakan diklaim lebih rentan terhadap serangan dunia maya. Hal itu diungkapkan perusahaan keamanan Sophos, menyusul hasil riset terbaru yang dikeluarkan Business Software Alliance (BSA).
Penelitian BSA mencetuskan bahwa 35 persen PC (komputer) perusahaan setidaknya menggunakan satu software ilegal. Menurut Sophos, jaringan komputer perusahaan yang memakai software ilegal akan lebih rentan disusupi cracker dan terinfeksi virus. "Tanpa melihat sisi hukum, pembajakan justru memiliki dampak bagi perusahaan dilihat dari sisi keamanannya," tutur senior konsultan teknologi Sophos, Graham Cluley seperti dikutip detikINET dari Securecomputing, Senin (21/5/2007). Menurut Cluley, perusahaan tak hanya cukup memastikan semua PC di kantornya menggunakan salinan Word yang legal, tapi juga harus mengontrol program-program apa saja yang di-download, diinstal dan dijalankan karyawan mereka. Salah satu kunci kebijakan keamanan TI yang baik adalah menambal celah yang ada di software, namun hal ini mustahil dilakukan dengan software bajakan. Pasalnya, masih menurut Cluley, software bajakan yang di-download dari situs atau dibeli dari pihak lain tidak akan mendapat dukungan teknik dan kemungkinan besar rentan terinfeksi virus. Cluley juga menambahkan bahwa infrastruktur, bandwidth dan resource jaringan juga bisa berpengaruh jika perusahaan menggunakan software ilegal. "Jaringan korporat merupakan backbone perusahaan dan jika Anda mengijinkan user Anda menggunakan software apapun, entah ilegal atau tidak, tidak heran jika komputer rentan dibobol," tandas Cluley. (Sumber Detik.com) |
| < Prev |
|---|

Software Bajakan Rentan Serangan 

